Sabtu, 11 Desember 2010

RICARDO KAKA


BIODATA RICARDO KAKA
Nama : Ricardo Izecson dos Santos Leite
Lahir : Brasilia, Brazil, 22 April 1982
Klub : AC Milan
Tinggi/Berat : 186 cm/73 kg
Posisi : Gelandang Serang (Attacking Midfielder)
Nomor Punggung : 22
Karir :
Sao Paulo, 2000-2001
Sao Paulo, 2001-2002
Sao Paulo, 2002-2003
Tim Nasional Brazil, 2002 - sekarang
AC Milan, 2003-2004
AC Milan, 2004-2005
AC Milan, 2005-2006
Ac Milan, 2006-2007
AC Milan, 2007-2008
Prestasi di Klub :
Torneio Rio (Sao Paulo), 2001
Supercampeonato Paulista (Sao Paulo), 2002
European Super Cup, 2003
Runner Up Intercontinental Cup, Juara Seri A, dan Juara Italian Super Cup (AC Milan), 2004
Runner Up Liga Champion UEFA, 2004-2005
Juara Liga Champion UEFA, 2006-2007
Prestasi Nasional (Brazil) :
Juara FIFA World Cup, 2002
Runner Up CONCACAF Gold Cup, 2003
Juara Piala Konfederasi, 2005
Prestasi Pribadi :
Golden Ball (Pemain Terbaik Liga Brasil) dan Silver Ball (Pemain Terbaik untuk Gelandang Serang), 2002
Pemain terbak ke-11 CONCACAF Gold Cup, 2003
Pemain Tengah (Midfielder) Terbaik versi UEFA Club Football, 2004-2005
Pemain Terbaik Seri A, 2004 dan 2006
Top Skor Liga Champion UEFA, Pemain Favorit Liga Champion UEFA, Best Forward Liga Champion, dan Pemain Tim Terbaik UEFA, 2006-2007

About Ricardo Kaka


Lahir di Brasilia tahun 1982 dengan nama Ricardo Izecson dos SantosLeite,Kaka lahir dari sebuah keluarga penginjil yang kaya raya. Namun hal itutidak membuat ia menjadi sombong dengan mengandalkan kekayaankeluarganya, ataupun mengikuti jalan hidup keluarganya dengan menjadi penginjil. Kaka punya jalannya sendiri dan caranya sendiri.Sejak kecil ia sangat menyukai sepakbola, bahkan dalam usia remaja iamenjadi pemain yang cukup terkenal di daerahnya dengan bermain sebagaipemain cadangan di klub San Paulo.Namun pada usia 18 tahun sebuah bencana terjadi, ia mengalami ciderapunggung yang serius saat sedang berenang. Dokter mengatakan ia tidakbisa bermain sepakbola lagi, bahkan kemungkinan besar akan lumpuh akbibatcidera itu. Tidak ada tindakan operasi atau terapi yang bisa menyelamatkannya.Hidup Kaka hancur berantakan saat itu, kecintaannya pada sepakbolademikian besar, kini semua harus berakhir, bahkan sisa hidupnya harus diisi dengan menjalani kelumpuhannya.Namun Kaka tahu kemana ia harus minta tolong saat dokter sudah angkattangan. Kaka bergumul dengan Tuhan, tak putus-putusnya ia berdoa memohon kesembuhannya. Ia bernazar pada Tuhan, bila ia sembuh dan dapat bermain sepakbola lagi, ia akan mempersembahkan seluruh prestasinya itu pada Tuhan Yesus.Dan keajaibanpun terjadi, setahun setelah kecelakaannya itu tepatnyatahun 2001, Tuhan menyembuhkannya, ia sembuh total dari sakitnya. Bahkan ia dapat merumput bermain sepakbola lagi. Tuhan juga memberikan hadiah bonus, ia tidak lagi menjadi pemain cadangan melainkan menjadi pemain utama dan andalan dalam klubnya.Tuhan membuat permainan Kaka menjadi begitu hebat sehingga manager timnasional Brazil terpikat akan permainannya, dan memanggil Kaka untukmengenakan baju kebesaran tim Brazil, emas dan hijau, dipercaya untukbertarung di piala dunia 2002.Dari sekian banyak bakat baru bersinar di Brazil, ia hanyalah seorangpemain muda yang belum setahun membela klubnya, namun sudah dipanggilmasuk tim nasional. Bagi Kaka itu adalah keajaiban dan anugerah yang besarbaginya.Walaupun dia hanya jadi pemain cadangan dan duduk dipinggir lapanganmenonton pertandingan para seniornya di Piala Dunia, namun Kaka sudah sangat senang dapat ikut serta dalam kompetisi sebesar Piala Dunia. Kakatidak menyadari Tuhan sedang menyediakan keajaiban lainnya bagi dia.Beberapa pertandingan berjalan begitu keras bagi Brazil, sehinggabeberapa pemain bintang harus disimpan karena cidera. Datanglah kesempatan bagi Kaka untuk turun membela timnya. Di bawah pembelaannya Brazil pun menang, peristiwa legendaris yang menggemparkan dunia itupun terjadi, Kaka mengangkat seragamnya dan di baliknya ada sebuah tulisan yang menggegerkan, kaos putih itu bertuliskan "I Love Jesus".Itu terus dilakukannya setiap kali teman-temannya merayakan gol. Danakhirnya Brazil pun memenangkan Piala Dunia 2002, setelah menaklukanJerman di final dengan skor 2-0. Dalam parade kemenangan di negaranya sendiri, kaos kesayangan yang bertuliskan 'I love Jesus' itu tidak pernahdilepasnya. Hal itu menginspirasi banyak pemain Brazil (bahkan pemainnegara lain) melakukan hal yang sama.Saat diwawancara oleh stasiun TV dan ditanya mengapa ia melakukan halitu, ia berkata, "Saya ingin memperlihatkan dengan hidup dan kerja saya, apayang telah Tuhan lakukan bagi saya, supaya orang lain dapat melihat apayang Tuhan bisa lakukan dalam kehidupan mereka."Permainannya yang cantik di Piala Dunia tidak luput dari perhatian sebuahklub raksasa di Italia, AC Milan. Tidak lama kemudian mereka meminta Kakamasuk dalam timnya sebagai pemain utama. Kaka pun pindah bergabung dengan AC Milan, masuk dalam liga Italia yang keras dan penuh bintang. Namun dalam musim pertamanya di Liga Italia seri A, ia langsung menyumbangkan gelar juara scudetto bagi AC Milan.Dalam waktu singkat Kaka menjadi bintang dan pujaan banyak orangkhususnya wanita, kegantengannya yang seperti seorang bintang film membuat ia selalu dikejar-kejar fans wanita, di manapun ia berada akan selalu ada jeritan gadis-gadis muda yang mengaguminya.Namun cinta dan kesetiannya hanya pada Caroline Celico, kekasihnya yangjauh di Brazil. Walaupun kehidupan pemain sepakbola selalu dikelilingwanita-wanita cantik super model, atau pesta-pesta kemenangan, Kakaselalu menghindari semuanya itu. Ia bahkan tidak mau membawa Caroline tinggal dengannya di Italia sebelum pernikahan, seperti yang dilakukan parapemain bola di liga-liga besar.Tahun 2005, Kaka meminang Caroline, dalam sebuah upacara perkawinan yangsangat sederhana, sangat berbeda dengan pernikahan selebritis lain yangsuper mewah. Dalam jumpa pers ia menyatakan bahwa ia masih perjaka danCaroline masih perawan."Itu adalah periode yang penting, sebuah ujian untuk cinta kami berdua.Saya seorang pria normal dan pasti tergoda untuk melakukan hubungansebelum pernikahan, tapi saya bisa melewatinya. Malam pertama kami juga ditandai darah keperawanan, sebagai tanda cinta suci kami."Walaupun sebuah isu pindah agama sempat menerpanya di akhir tahun 2006,namun Kaka membuktikan pada mata dunia, bahwa ia adalah murid Kristussejati dalam final liga Champion Mei 2007. Menjadi pahlawan kemenangan melawan Liverpool, Kaka langsung merayakan golnya dengan membuka kaosnya dan menunjukan tulisan "I belong to Jesus" kemudian berlutut berdoabersyukur di tengah lapangan. Teman-temannya yang lain turutmerayakannya, tapi mereka mengerti dan tidak mengganggu Kaka yang sedang berdoa.Peristiwa ini ditonton jutaan pemirsa yang menyaksikan final LigaChampion 2007.Bagi Kaka beserta seluruh pemain dan pendukung AC Milan, kemenangan inimerupakan mujizat. Tidak ada yang menyangka AC Milan akan menang, ditengah kepungan 3 raksasa Inggris yang diunggulkan yaitu Manchester United, Chelsea dan Liverpool.Kaka menjadi Top Scorer dalam Liga Champion, pertarungan liga palingbergengsi dan tertinggi di seluruh dunia. Membuatnya dinobatkan sebagairaja oleh para media Italia, dan pantas dinobatkan sebagai pemain terbaikdi dunia. Klub-klub kaya seperti Real Madrid diberitakan telah mengajukanpenawaran sebesar 100 juta euro (1 trilyun rupiah lebih) jauh memecahkanrekor pemain termahal saat ini.

Tim Brazil











Logo Brazil








Bendera Brazil








Kaka di Milan















Kaka Pindah di Real Madrid


























Biodata Ricardo Kaka’

Kaka dan keluarganya




























nomor punggung kaka di milan






























Sabtu, 04 Desember 2010

biografi KAKA

Terlahir Dengan nama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite (lahir 22 April 1982 di Brasília), lebih dikenal dengan nama Kaká, adalah seorang pemain bolasepak Brasil yang kini menyertai Kelab Real Madrid. Kaká adalah salah satu pemain sepakbola berbakat yang dimiliki Brasil, Negara yang satu ini memang gudangnya pemain berbakat dari jaman dahulu sampai sekarang. Anak dari pasangan Simone Cristina dos Santos Leite dan Bosco Izecson Pereira Leite. Kaka mempunyai istri yang bernama Caroline Celico yang dinikahinya pada tanggal 23 Desember 2005.


Kaká mempunyai adik laki-laki, Rodrigo, yang dikenal sebagai Digão, yang mengikuti langkahnya bermain bola di Itali. Nama panggilannya Kaká, diambil dari bahasa aslinya, Portuguese, yang diucapkan seperti ejaannya, dengan penekanan pada suku kata kedua yang ditandai dengan aksen. Itu biasa dipakai untuk menyingkat nama "Ricardo" di Brazil, bagaimanapun juga, Kaká mendapatkan nama panggilannya dari adiknya, Rodrigo, yang tidak pandai menyebut "Ricardo" ketika mereka masih kecil. Rodrigo memanggil abangnya "Caca" yang kemudian berganti menjadi "Kaká".

Pada umur 15 tahun Kaká menandatangani kontrak dengan Sao Paulo, dia memulai debutnya di tim yunior. Pada usia 17 tahun, Sao Paulo berniat menjual Kaká ke tim dari Liga divisi satu Turki, Gaziantepspor, namun transfer tidak terlaksana, karena masalah pembayaran. Debutnya di tim senior São Paulo FC pada tahun 2001 ketika di berusia 18 tahun. Pada musim pertama, ia menciptakan 12 gol dalam 27 pertandingan, sedangkan pada musim berikutnya dia menciptakan 10 gol dalam 22 pertandingan. Permainan Kaka di Sao Paulo banyak menarik perhatian klub klub besar di Eropa.

Pada bulan September 2000, di usia 18 tahun, Kaká mengalami patah tulang belakang yang menyebabkan lumpuh sebagai akibat dari kecelakaan di kolam renang.
Debut internasional Kaka bulan Januari 2002 dalam pertandingan melawan Bolivia. Dia adalah bagian dari tim nasional yang menang pada Piala Dunia 2002, tetapi aksinya tidak terlalu terlihat karena hanya bermain 19 menit di babak pertama pertandingan Kosta Rika. Pada Tahun 2003, Kaka bergabung dengan klub yang dimiliki Silvio Berlusconi yaitu klub papan atas Liga Itali AC Milan dengan bayaran US $8.5m. Tidak usah menunggu lama, ia telah masuk ke dalam tim utama dan selalu menjadi menjadi tim inti.Debutnya di Serie A adalah ketika Milan bertandang melawan Ancona, menang 2-0. Dia semusim dia menyumbangkan 10 gol dalam 30 pertandingan. Dia juga membawa AC Milan menjuarai Serie A Championship dan European Super Cup.Kaka juga menjadi kapten tim Nasional dalam turnamen Piala Emas di Amerika Serikat dan Meksiko, Brasil berada di posisi kedua.

Pada tahun berikutnya musim 2004-2005, Kaka bermain dalam posisi penyerang bayangan dibelakang striker Andriy Shevchenko. Dia menyumbangkan 7 gol dari 36 pertandingan liga, Kaka menjuarai Piala Super Italia, Posisi kedua setelah Juventus di Serie A. Di Piala Konfederasi 2005, Kaká menciptakan gol dan menang dalam pertandingan final melawan Argentina (dalam perayaan setelah pertandingan, dia dan rekan-rekan setimnya memakai T-shirt dengan tulisan "Jesus Loves You--Yesus mencintaimu" dalam berbagai bahasa.)
Pada tanggal 9 April 2006, Kaka membuat "hat-trick" bersama AC Milan saat melawan Chievo Verona. Ketiga golnya dihasilkan pada babak pertama. Kaka menjadi icon di AC Milan, Kaka Not For Sale, itulah yang didengungkan fihak Milan , padahal Madrid mengiming-iming jumlah uang yang banyak untuk Kaka, AC Milan tidak ragu-ragu memperpanjang kontrak Kaka hingga 2011.
Kaká semakin matang sebagai pemain dan dianggap sebagai salah satu pemain terbaik Brasil. Dia mencatatkan gol pertama Brazil di Piala Dunia 2006 pada pertandingan melawan Kroasia tanggal 13 Juni 2006. Pada 3 September 2006 dia menyumbangkan salah satu gol briliannya.. Pada 15 November 2006, Kaká mendapatkan ban kapten Brazil dalam pertandingan persahabatan melawan Swiss.

Prestasi :

Prestasi Klub :
* Piala Super Eropa: 2003
* Serie A: 2004
* Piala Super Italia: 2004
* Piala/Liga Champions: 2006-07

Prestasi Internasional
* Piala Dunia: 2002
* Piala Konfederasi: 2005

Prestasi individu
* Bola de Ouro (Golden Ball; Pemain Terbaik Liga Brazil), 2002
* UEFA Club Football Awards 2004-05, Pemain Tengah Terbaik
* Topscorer Champions League 2006-07 (10 gol)
* Pemain Terbaik Dunia FIFA 2006-07
* Ballon d'Or (2007)

Kaka Merumput Lagi Awal 2011

F: Kaka menyesali mengapa cedera masih menghantuinya (daylife)

MADRID – Kabar menyejukkan datang dari Ricardo Kaka. Pemain yang telah lama absen dari skuad Jose Mourinho itu dikabarkan telah pulih dari cedera yang beberapa bulan ini menjangkitinya.


Laporan dari tim medis, jelas menjadi berita bagus buat penggemar Madrid yang telah lama merindukan aksi mantan bintang AC Milan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan resmi Madrid, Kaka sudah bisa berlatih ringan didampingi seorang fisioterapis pasca operasi lutut yang dijalani Kaka berjalan sukses. Melihat kondisi kebugaran Kaka yang semakin membaik, staff medis memberi kepastian, Kaka sudah bisa kembali berlaga awal tahun depan.

“Pertemuan antara staff medis Kaka dan Dr Toribe Leite untuk membahas sejauh mana perkembangan pemulihan Kaka. Sejauh ini, kondisi Kaka menunjukkan garfik yang memuaskan. Dari hasil pemeriksaan bisa dikonfirmasi, Kaka bisa bergabung awal 2011 mendatang.”

Demikian pernyataan yang dilansir situs resmi Madrid terkait persoalan klasik yang menimpa Kaka.
(fmh)

IRFAN HAARYS BACHDIM - foto

Irfan Bachdim Merinding Lihat Fanatisme Fans Indonesia

Minggu, 5 Desember 2010 10:44 WIB

Share Cetak PDF
Irfan Bachdim Merinding Lihat Fanatisme Fans Indonesia
tribunnews.com/dany permana
Irfan Bachdim dan Oktovianus meluapkan kegembiraannya usai melesakkan gol ke gawang Laos, Sabtu (4/12/2010) malam.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Bagi striker naturalisasi Irfan Bachdim, tampil di depan ribuan suporter Indonesia saat berkostum merah putih bukanlah hal yang mudah. Selain merupakan pengalaman pertamanya bersama Indonesia, fanatisme suporter Tanah Air juga sempat membuat pemuda kelahiran Belanda tersebut merinding.

"Ini mimpi saya untuk bermain bagi tim nasional Indonesia. Berdiri di lapangan, melihat ribuan kerumunan orang, dan kemudian mulai melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Antusisme suporter benar-benar membuat saya merinding dan rasanya seperti disetrum listrik," ujar Irfan seperti dikutip situs resmi AFF Suzuki Cup.

Meski sempat merasa grogi, namun pengalamannya merumput di Belanda mampu membuatnya bermain tenang dan matang tampil di depan ribuan suporter Indonesia. Bermain dua laga di Stadion Gelora Bung Karno, Irfan bahkan menunjukkan permainan berkelas dan mengesankan untuk ukuran striker pemula dalam pertandingan internasional.

"Saya tahu tentang orang Indonesia. Saya juga pernah bermain di depan kerumunan suporter yang juga dalam jumlah besar saat di Belanda. Tapi apa yang saya lihat kemarin lebih menakjubkan dari apa yang saya alami sebelumnya," ujar Irfan.

Soal kontribusi gol yang dilesakkannya pada dua laga tersebut, Irfan mengaku itu bukanlah hal terpenting yang ingin diraihnya bersama timnas. Menurutnya, menyuguhkan kontribusi besar untuk mewujudkan kemenangan Indonesia dan bermain bagus sepanjang 90 menit adalah prioritas yang ingin ia lakukan saat ini.

"Mencetak gol di dua laga tersebut benar-benar membuat saya senang, meski itu bukan tujuan yang sangat penting. Tetapi itu adalah cara terbaik menyelesaikan malam yang mengesankan ini. Ini sepak bola, sehingga Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kami menang malam terakhir dan kami memiliki pertandingan besar lainnya. Tim lain telah melihat apa yang bisa kami lakukan, dan mereka bisa mempersiapkan dengan baik untuk itu. Tapi sejauh ini aku memiliki keyakinan untuk bisa terus melangkah," ujarnya.(*)